Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Preeklampsia Pada Ibu Hamil Di RSUD C Tahun 2014

  • Widi Sagita STIKes Bhakti Pertiwi Indonesia
Keywords: Preeklampsia, Kehamilan, Pemeriksaan Kehamilan

Abstract

Preeklampsia   merupakan   penyebab   utama   morbiditas   dan   mortalitas maternal dan perinatal di seluruh dunia. Di Indonesia KejadianPreeklampsia adalah penyebab kematian ibu tertinggi kedua setelah perdarahan dengan persentase 25%. Kejadian preeklampsia pada ibu hamil di RSUD C tahun 2014 mengalami peningkatan sebanyak 6 % dibandingkan pada tahun 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan preeklampsia pada ibu hamil  di  RSUD  Cibinong  tahun  2018.  Penelitian  ini  bersifat  deskriptif  analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu data yang terdapat pada rekam medik dengan jumlah sampel sebanyak 78 orang. Variabel dependen yang dipilih adalah preeklampsia.sedangkan variabel independen yang   dipilih   adalah   faktor-faktor   yang   berhubungan   (usiaibu,   paritas,   usia kehamilan, riwayat hipertensi dan pekerjaan). Analisa yang digunakan yaitu analisa data univariat dan bivariat menggunakan ujistatistik Chi-square dengan α = 0,05 dan dengan penghitungan menggunakan Odds Rasio (OR). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kejadian preeklampsia terbanyak adalah preeklampsia ringan sebesar   43orang   (55,1%).   Dari   uji   Chi-square   didapatkan   variabel   yangada hubungan bermakna dengan kejadian preeklampsia antara usia ibu dengan kejadian preeklampsia (p value = 0,014, OR=3,649), paritas dengan kejadian preeklampsia (p value = 0,040, OR = 3,026), usia kehamilan dengan kejadian preeklampsia (p value = 0,029, OR = 3,158), riwayat hipertensi dengan kejadian preeklampsia (p value = 0,047, OR = 1,619), sedangkan pekerjaan tidak memiliki hubungan yang signifikan dalam  penelitian  ini  (p value = 0,411).  Melalui  penelitian  ini diharapkan  dapat menjadi   perhatian   bagi   tenaga   kesehatan   untuk   memantau   kehamilan   dan mendeteksi  secara  dini  adanya  resiko  dalam  kehamilan,  sehingga  di  harapkan adanya pengetahuan dalam pemeriksaan kehamilan. Dengan pengetahuan ini, menjadi jelas bahwa pemeriksaan antenatal yang teratur dan secara rutin mencari tanda-tanda preeklamsia, sangat penting dalam usaha pencegahan preeklampsia

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2020-01-22