Hubungan Kejadian Keputihan dengan Perilaku Vaginal Hygiene Pada Remaja Putri di SMK ABC Kota Serang Tahun 2017

  • Evi Avicenna Agustin Politeknik Kesehatan Aisyiyah Banten
Keywords: Keputihan, Remaja Putri, Vaginal Hygiene

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja mempunyai makna suatu kondisi sehat yang menyangkut sitem reproduksi (fungsi, komponen dan proses) yang dimiliki remaja baik secara fisik, mental, emosional dan spiritual Keputihan merupakan salah satu masalah yang sejak lama menjadi persoalan bagi kaum wanita. Keputihan (Fluor Albus) adalah cairan berlebih yang keluar dari vagina.Tujuan penelitian mengetahui hubungan perilaku vaginal hygiene dengan kejadian keputihan pada remaja putri di SMK ABC Kota Serang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan metode potong lintang (cross-sectional). Teknik pengambilan sampel untuk setiap kelas dilakukan dengan teknik Simple Random Sampling dengan mengundi anggota populasi(lottery technique) atau teknik undian, dimana sampel diambil sebagai  responden,  jumlah  responden  90  responden,  teknik  pengambilan  data dengan   kuesioner.   Dari   hasil   penelitian   didapatkan   30   responden   (33,3%) mengalami keputihan sedangkan 60 responden (66,7%) tidak mengalami keputihan. Hasil   analisis   multivariat   didapatkan   variabel   yang   berhubungan   dengan pengetahuan vaginal hygiene dengan kejadian keputihan patologis pada remaja di SMK ABC Kota Serang Tahun 2017 yaitu pengetahuan, sedangkan variabel sumber informasi  dan  sikap  merupakan  variabel  confounding  OR  pengetahuan  adalah 19,378   artinya   remaja   yang   memiliki   pengetahuan   kurang   baik   berpeluang mengalami  keputihan sebesar 19 kali dibandingkan dengan remaja yang memiliki pengetahuan baik setelah dikontrol oleh sikap dan sumber informasi. Kesimpulan penelitian ini adalah tidak ada hubungan perilaku dan dukungan tenaga kesehatan dengan kejadian keputihan Di SMK ABC Kota Serang Tahun 2017.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2020-01-22