Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Peminatan Akseptor AKDR Kelurahan Karang Tengah Kecamatan Ciledug Kota Tangerang

  • Hj. Sumarmi Akademi Kebidanan Bhakti Asih Ciledug e
Keywords: Umur, Pendidikan, Paritas, Pekerjaan, Metode KB AKDR

Abstract

Indonesia merupakan Negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia setelah Cina, India dan Amerika. Penduduk Indonesia saat ini (Maret 2019) berjumlah 253,60 juta. Permasalahan kependudukan di Indonesia selain jumlah penduduk yang besar dengan penduduk yang tersebar diseluruh nusantara (34 propinsi,  403  kabupaten/kota,  98  propinsi),  dengan  kuantitas  dan  kualitas  tidak merata) Permasalahan yang sangat memerlukan pehatian adalah dengan meningkatnya   jumlah   penduduk   dan   penyebaran   yang   tidak   merata   akan berpengaruh  pada  kualitas  sumber  daya  manusia.  Kualitas  sumberdaya  manusia yang masih rendah merupakan masalah yang memerlukan perhatian pemerintah. Untuk mendukung keberhasilan kesejahteraan rakyat diperlukan kerjasama dari semua sektor diantaranya sektor kesehatan dan pendidikan merupakan sector yang sangat menentukan tercapainya kesejahteraan masyarakat. Upaya kesehatan yang dilakukan pemerintah salah satunya adalah menekan angka kelahiran di Indonesia antara lain dengan menggalakkan program Kelurga Berencana (KB) untuk pasangan usia subur (PUS) Program Kependudukan Keluarga Berencana dan pemberdayaan Keluarga (KKBPK) merupakan sasaran dalam usaha meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui program Keluarga Berencana,   Keluarga Berencana (KB) adalah upaya  mengatur  kelahiran  anak,  jarak  dan  usia  ideal  melahirkan,  mengatur kehamilan,   melalui   promosi,   perlindungan,   dan   bantuan   sesuai   dengan   hak reproduksi   untuk  mewujudkan  keluarga   yang  berkualitas.   Beberapa   masalah program kependudukan dan KB Berdasarkan laporan yang ada, rata-rata cakupan peserta Keluarga Berencana (KB) aktif secara nasional pada tahun 2012 adalah sebesar 75,4%. Target Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang ditetapkan Kementerian Kesehatan RI untuk peserta KB aktif pada tahun 2010 adalah 70%.Dengan demikian secara nasional target tersebut dapat dicapai. Sedangkan berdasarkan provinsi, terdapat 7 provinsi yang belum mencapai target, yaitu Provinsi Banten (69,7%), Kalimantan Barat (68,9%), Sumatera Utara (67,5%), Riau (66,4%), Kepulauan Riau (64,0%), Maluku Utara (58,2%), dan Papua (48,4%) (Kemenkes RI,2012). Beberapa masalah program kependudukan dan KB diprovinsi Banten diantaranya tenaga PLKB yang relative kurang,KB MKJP 12,7% target 27,5%.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2020-01-22